Friday, July 30, 2010

Stupidity in Me??? hiks:[[but its OKOK! :D not to be soooooooooooooooo sa: D

Human beings are very adaptable. We can live in most climates of the world. In the past, people tended to stay in the place they were born, but now we move easily from countryside to city, from one part of a country to another, and even from country. Each place has its own customs and ways of life, and countries have different language. When I moved from Semarang to Jakarta. I changed my behavior in three significant ways.
Firstly, you can have a look on my dress now. I used to wear T-shirt, and pants. I liked casual style even I went to somewhere had a formal condition. I confessed I was so modestly. But I did not claim as a simple one anymore when I worked as doctor’s assistant. I needed to change the way I dressed to have a good appearance for patients. They might think that I was not a good person or well educated indeed as a matter of I did not have a good personality in dressing. Nevertheless, it has no guarantee that a good one or a bad one can be valued from his/her appearance at all, but still this matter will be one of standard.
Secondly, I was so countrified. I am Javanese talking in undertones, and moved to the place has mostly blustery in talking, because they are Batavian. I faced many of them, so I guessed I should adapt in talking with them. They could think I was so graceful, whereas I was not. Moreover, I was interested in English, the language has juncture and required the learners to speak fast to gain better. Thus, it was a good decision in making my speech fast.
The last, Listening Rock music is not the part of my life anymore. I lived together with a doctor who has broadened horizon. Therefore, I needed to optimize my brain by reading a lot as he has a good library in his office. When I was waiting patient, I preferred to read many books, religious ones until medicines ones. Moreover, reading is a good way to increase my knowledge for I did not come to college yet. Am I the same person I was before or am I different now? Changes makes us examines our values and our habits. By changing my dress, my accent, and my hobby I think I may appear to others as if I am a new person. I don’t really think so, however. I prefer to think of it not so much as having changed but as having grown

Friday, September 29, 2006

Rumah Lain Hafshoh

Afwan...lama ninggalin blog ijoku ini...Trus pindahan deh, dapat kontrakan baru klik gambar Hafsoh animasi ini

Saturday, July 15, 2006

Nasehat Indah Ibnul Qoyyim


Barangsiapa tidak mengenal dirinya, mana mungkin dia mengenal penciptanya?. Ketahuilah, Allah telah meletakkan di dadamu singgasana untuk mengilmui Allah yang keagungan-Nya beristiwa’ padanya dan Allah dengan dzatnya istiwa’ di atas ‘Arsy-Nya, berbeda dengan mahklukNya. (Bagi Allah) perumpamaan yangg tinggi dalam mengetahuiNya, mencintaiNya, dan mentauhidkanNya beristiwa’ di atas ranjang hati, dan ranjang permadani ridho. Allah letakkan di sebelah kanan dan kirinya para penjaga syariatNya danperintah-perintahNya. Allah membukakan pintu menuju syurga rahmatNya, tenteram bersamaNya dan benar-benar berharap ingin bejumpa denganNya. Allah telah menurunkan hujan dengan siraman firman-firmanNya yang dengannya tumbuh wewangian dan pepohonan yang berbuah segala bentuk ketaatan seperti bertahlil, bertasbih, bertahmid dan mensucikan Allah. Allah menjadikan di tengah-tengah kebun tersebut pohon ma’rifah (pengetahuan) yang memberikan buah sepanjang masa dengan seijin dari Robbnya berupa cinta, bertaubat, takut bergembira dan berusaha mendekatkan diri kepaaNya. Allah mengalirkan dari (celah-celah) pohon tersebut berupa penggalian firman-firman Nya, memahaminya, dan mengamalkan segala wasiatNya. Dan Allah menggantugkan di dalam persinggahan tersebut, lentera yang meneranginya dengan cahaya pengetahuan dan dengan keimanan dan mentauhidkannya. (Lentera) itu bersambung dari pohon yang berbarokah dan mengandung minyak yang tidak diketahui ujung timur dan bratnya, hampir-hampir minyaknya akan menerangi walaupun tidak disentuh api. Kemudian Allah melingkarinya dengan pagar yang akan mencegah segala hama perusak yang akan masuk. Barangsiapa mengganggu kebun, niscaya mereka tidak akan sanggup dan Allah meletakkan penjaga dari kalangan Malaikat yang akan menjaganya baik diwaktu ia tertidur ataupun terjaga. Kemudian Allah mengingatkan pemilik kebun dan rumah tersebut untuk dia tinggal padanya dan selalu membersihkan tempat tinggalnya serta segala apa yang akan mengotorinya agar penghuninya ridho (untuk menempatinya). Ketika dia merasakan ada sesuatu yang mengotorinya dia berusaha untuk membersihkannya karena khawatir jika yang menempatinya itu (tidak) mau tinggal padanya. Aduhai betapa nikmatnya orang yang tinggal padanya dan tempat tinggal tersebut.(Al Fawa’id hal 190)

Alhamdulillah..dah mampir:mahluq bernyawa..semoga da kesan

Ghuroba' www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws

Glittery texts by bigoo.ws