Nasehat Indah Ibnul Qoyyim

Barangsiapa tidak mengenal dirinya, mana mungkin dia mengenal penciptanya?. Ketahuilah, Allah telah meletakkan di dadamu singgasana untuk mengilmui Allah yang keagungan-Nya beristiwa’ padanya dan Allah dengan dzatnya istiwa’ di atas ‘Arsy-Nya, berbeda dengan mahklukNya. (Bagi Allah) perumpamaan yangg tinggi dalam mengetahuiNya, mencintaiNya, dan mentauhidkanNya beristiwa’ di atas ranjang hati, dan ranjang permadani ridho. Allah letakkan di sebelah kanan dan kirinya para penjaga syariatNya danperintah-perintahNya. Allah membukakan pintu menuju syurga rahmatNya, tenteram bersamaNya dan benar-benar berharap ingin bejumpa denganNya. Allah telah menurunkan hujan dengan siraman firman-firmanNya yang dengannya tumbuh wewangian dan pepohonan yang berbuah segala bentuk ketaatan seperti bertahlil, bertasbih, bertahmid dan mensucikan Allah. Allah menjadikan di tengah-tengah kebun tersebut pohon ma’rifah (pengetahuan) yang memberikan buah sepanjang masa dengan seijin dari Robbnya berupa cinta, bertaubat, takut bergembira dan berusaha mendekatkan diri kepaaNya. Allah mengalirkan dari (celah-celah) pohon tersebut berupa penggalian firman-firman Nya, memahaminya, dan mengamalkan segala wasiatNya. Dan Allah menggantugkan di dalam persinggahan tersebut, lentera yang meneranginya dengan cahaya pengetahuan dan dengan keimanan dan mentauhidkannya. (Lentera) itu bersambung dari pohon yang berbarokah dan mengandung minyak yang tidak diketahui ujung timur dan bratnya, hampir-hampir minyaknya akan menerangi walaupun tidak disentuh api. Kemudian Allah melingkarinya dengan pagar yang akan mencegah segala hama perusak yang akan masuk. Barangsiapa mengganggu kebun, niscaya mereka tidak akan sanggup dan Allah meletakkan penjaga dari kalangan Malaikat yang akan menjaganya baik diwaktu ia tertidur ataupun terjaga. Kemudian Allah mengingatkan pemilik kebun dan rumah tersebut untuk dia tinggal padanya dan selalu membersihkan tempat tinggalnya serta segala apa yang akan mengotorinya agar penghuninya ridho (untuk menempatinya). Ketika dia merasakan ada sesuatu yang mengotorinya dia berusaha untuk membersihkannya karena khawatir jika yang menempatinya itu (tidak) mau tinggal padanya. Aduhai betapa nikmatnya orang yang tinggal padanya dan tempat tinggal tersebut.(Al Fawa’id hal 190)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home