Friday, May 12, 2006

Keterasingan Penuntut 'Ilmu


Alhamdulillah, setelah 2kali menghanguskan blog (friendster ma Blooger, good-bye my “Pena Ungu” *ihik-ihik*) akhirnya aq manteb dengan yang ini…
Ghuroba’, it’s sound strange, isn’t it?..biasa orang pilih nama yang nyentrik agar unik dan menarik, kalo di dunia sastra, orang bakal pilih pena ukir, separuh nafas, pena ungu, kehidupan, footprint, de el el…nuansanya gimana gitu…tapi aku pilih nama Ghuroba’ yang artinya ‘orang-orang asing’...

Na’am.Aasing dan keterasingan adalah sebuah keniscayaan…
jika qita tetep teguh di jalanNya…

Dulu saudara q ada yang ikut kajian LDII, dia dengan polos bilang (bahasa sudah aku rubah dengan pemahaman aku)“eh kalo sholat & ngajimu ga’ da yang ngomentari, alias tenang-tenang aja, wah kamu patut curiga dengan agamamu..” Wah…di bilang gitu aku jadi keki juga, benarkah?masa sih? Waktu itu aku keder juga bliau-ghofarullahu- pake dalil bahwa nanti berIslam tu seperti memegang bara api…Makanya aku sempat ‘mangkul’ beberapa minggu, (Aku memohon ampun dari kejahilan dan kemiskinan ‘ilmu q dulu & sekarang) dan alhamdulillah omelan bapak bisa buat aku hang-out juga, karena aku terasing…

Sempat ikut juga halaqoh Semarang Barat, yang kalo ada zuur, mereka berharap aku nushroh dan bisa translate perbincangan jama’ah yang dari Luar Negri, yach..pernah chit-chat ma jama’ah Malaysia and Pakistan. Tapi lagi-lagi, babe nentang kalo urusan dunia kudu ditinggal sampe 3 hari bahkan 4 bulan, walau diterangkan itu untuk mengejar iman (duh! ko’ kejar-kejaran ma iman?!). Lumayan lama juga dengerin kargozari dan lumayan nglotok Enam Sifat Shahabat, pula rajiiin banget baca Fadho’il Amal tapi lagi-lagi aku terasing…


Masa-masa empty dari belajar dien, sempat menclok di komunitas yang rata-rata anak muda dengan semangat 45 (wallahu a’lam ), pinginnya aku blajar bagaimana sih bacaan sholat yang bener? Dalil Niat tu di lafalkan apa engga, yang mana? Hijab yang pakem tu piye? Dzikir pagi-petang tu bagaimana? Soale aku ga dapet-dapet waktu aku ikut ‘ta’lim ma’tsurot’ sebelumnya…Dari hasil kenal mba’ mba’ yang orang bilang kudungnya bisa untuk (maaf) ‘taplak meja’, diberi info deh, tempat-tempat kajian…salah satunya di Erlangga yang tempat kost anak-anak Undip…wuiiih…belom lah apa-apa, pikiran masih rindu dengan ibadah rukhiyah, tapi kepalaku sudah pening dengan ‘Khilafah Islamiyah’..belom lagi buku yang disodorkan bikin nafasku jadi sesek (ga mudeng siiih ) buku itu “Siksa Kubur Adakah?” ternyata, mereka ga’ percaya adanya Hadist Ahad (Mu’tazilah bangeeeeet.…yang brarti ga’ percaya ama keutamaan Rosul, Jembatan Shirot,de el el malah versinya JIL hadist-hadist wajibnya jilbab juga ahad, brarti diragukan juga..na’udzubillah )…Ya Roob, padahal aku ingin sholat dengan benar, mau ngaji yang banyak, belum bisa kalo kudu mumet-mumet begini…(emang mumet bener!) Akhirnya aku mengasingkan diri…

Beberapa bulan kemuadian, temen dikampung ngangkat aku jadi Sekertaris DPC, trus ikut “deklarasi partainya”, saat itu bahagiaa banget, liat banyak orang putih-putih, suejuuk, tapi, aku sudah mengenal komunitas akhwat yang ber’purdah…jadi pas kampanye aku pake penutup wajah warna putih juga, “I’diluuu..labaik!’ begitu terus di spanjang jalan..*I close my face* Pulang-pulang, ketemu mbak ku, dan sampe rumah di “A, B, C..sampe Z kuadrat”, lain hari temen masjid yang ga ikut acara di Masjid Al Azar tu nyamperin “Eh kamu ikut kampaye partai ya.., masuk TVRI lho.., kamu pake cadar kan?” Aku senyum trus ngaciiir…

Pemilu ga nyampai 2%, jadi aku ga tahu kabarnya…baru stelah kuliah dikampus ketemu mba’-mba’ lagi, tahu lagi deh kalo partainya sudah bermetamorfosis-sis-sis..dengan huruf “S”.
Seneng juga tiap sore liat ada yang berkelompok 6-10 orang,..diskusi apaan sih?pikirku…Akhirnya ma temen brani gabung dengan niat “menuntut ‘ilmu”..dapat murroby, kita diberi materi, selebihnya “diskusiiiiiiiiiiiiiiiiiiii”....beberapa minggu baru gabung, sudah dapat amanah (baca: jabatan) di bidang Pengkaderan, trus di pindah (alasan politik) karena potensi aku ada di Penelitian dan Pengembangan , alias karena punya computer & hobi nulis, jadi deh di amanahi-ngurus bulletin Ass Shoff (mirip Hafshoh gitu… he..he..Rapatkan Barisan Bersiap Menjadi Jundullah chieee..gitu jargon bikinan ku dulu ...) Sekian tahun aku rapat-rapet *ups!*ma ikhwah juga ikhwan. Direwangi (dibela-belain) pulang malam dengan alasan “manfaatnya lebih banyak dari mudhorot” (Belakangan baru tahu, ulama mengatakan dahulukan mencegah mudhorot, meskipun ada manfaat. Nah Lhoh!) alasan lainnya juga karena berfikir memecahkan masalah umat..tapi, aku ga kuat dengan “politisir” di segala bentuk dan ruang waktu, ga kuat kalo harus ber-adu- okol dengan susunan kekuatan lain di MUBES kampus untuk memperebutkan jabatan Ketua Rohis, Ketua Hima, ketua BEM, Ketua Senat, bahkan kalo bisa ketua kelas, ketua RT, ketua PKK..bukaaaaaaan..bukan itu mauku!! *hu..hu..tersedu-sedu*…Terasing lagee…
Aku ingin ngaji, ingin tau banyak tentang dien…Aku mengasingkan diri (lagi)
Bener-benar aku dipandang asing, dari komunitasku yang dulu, beberapa dering telfon mencariku, ditanya macem-macem, ngaji di mana sekarang? Oh..oh ..masa aku jawab ‘ga ngaji!!’ kan tengsin, kan termasuk kewajiban muslim baik laki-laki maupun perempuan??Yang ini kan lebih tinggi kedudukannya diantara ibadah yang lain??

Ada info tentang kajian yang sesuai dengan manhaj Rosul dan 3 generasi terbaik. Kayaknya ini yang aku cari seperti di web-web yang aku baca. Sepertinya iya, aku dapat no telp akhwat itu, dan mulai di ajak ta’lim. Aku heran, 3 kali keliling-liling wilayah Tampo Mas, tapi ko’ ga dapet-dapet tempatnya..(pertanda kali ye..) sudah dapet sih, ada murroby baru, tapi oh..oh.. ko’ dia ga lebih baik dari murrobyku dulu yang dari Partai itu, tapi di sini aku diluruskan tentang democrazzy (Ghozwul Fikr juga oey…ternyata) pemilu, dan JIHAD!! Waduh!! Apa pula ini?!!!..ternyata aku harus menelan mentah-mentah di otak dengan pembenaran kalo bom-bom yang pernah terjadi di negeri ini adalah ‘jihad’ , melahap buku “Orang Bilang Ayah Teroris & Aku Melawan Teroris (untung sudah ngintip summary di Web “Mereka Adalah teroris” he3 amaaaaaan….washbrainnya mental-tal!!). Jadi aku kudu membenarkan kalo orang-orang asing yang ada di sini (Indonesia) tu Kafir dan boleh di-kill, *Uhuk!Uhuk!* tanpa boleh tahu, mana-mana yang kafir dilindungi dengan perjanjian, mana-mana yang engga…benarlah aqidah mereka kacau…Duh aku mengasingkan diri…*again and again*

Sekarang, pelabuhan hatiku sudah benar-benar mendarat …di tempat aku mencari ‘ilmu yang syar’i, yang aku dapat jadikan hujjah dihadapan Robbku…jadi ‘amalanku bukan karena ta’ashub, taqlid, apalagi ngikutin senior aja..tapi bener-bener ‘ilmiyah (baca: sesuai Qur’an dan Sunnah). Sekarang aku ga khawatir lagi, jika dulu aku ‘asing’ dengan ajaran-ajaran, metode da’wah, pemikiran-pemikiran, cara-cara mereka..sekarang aku benar-benar merasa ‘asing’, asing karena sudah banyak yang menjauh dari dien yang sebenarnya…Tapi semoga Allah istiqomahkan aku, sampai nanti kapal itu mendarat di dermaga dan kokoh bersama datangnya sang kepala nahkoda kehidupan yang se aqidah...hmmm mulai neh… *Teng!! mangsih jauh neng!*


1 Comments:

At 8:40 AM, Anonymous Anonymous said...

Assalamu'alaikum....
salam kenal buat antum,
ana dari ungaran...
semoga perkenalan ini berkelanjutan
boybluenjoy46@yahoo.com
....
semoga amalan antum ini diterima Allah SWT...

 

Post a Comment

<< Home

Alhamdulillah..dah mampir:mahluq bernyawa..semoga da kesan

Ghuroba': Keterasingan Penuntut 'Ilmu www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws

Glittery texts by bigoo.ws