Thursday, February 16, 2006

Sen.ktah Sebumi

Mengukur aku dan Dia
Membukti bisaku dan Menyaksi kemampuanNya
Mewujud dayaku dan Melihat KekuasaanNya
Mengeja hurufku dan Membaca KeilmuanNya
Ah… senoktah sebumi

Urung aku berhenti
Menanyai hati
Apa bisa, seberdaya apa?
Jika itu senohtah
Tunggu! masih ada
Mikrokosmos dan inti atomnya
Atau lebih kerdil lagi
Sepersekian milyar noktah
Ah… senoktah
Belum juga

Tak lekas puas
Menanyai jiwa
Seberapa mampu, kuasaNya seberapa?
Bila itu sebumi
Tunggu ! masih ada lagi
Makrokosmos pula segala jagat rayanya
Atau malah lebih akbar
Berkian-kian milyar
Ah… sebumi
Bukan ukuran

senoktah sebumi
Belum juga menganalogi aku dan Dia.

H.f.s “Pesona E=mc2”

“Lalu Sekerdil apa aku?”

KETIKA HATIKU BERWARNA MERAH JAMBU

(Refleksi Hati yang menggejolak karena cinta...eemmm)
(Hacker for Someone, Am I?)

Ku ketik rangkaian kata ini yang semoga saja indah dalam kalimat, yang mendeskripsikan perasaanku yang mendalam, bukan untuk menggurui pun bukan pula hendak mengompori apalagi menyudutkan kamu, dan seratus persen jelas bukan pengalaman pribadi.
Penciptaan mahluk yang bernama Adam telah mengispirasi Tuhan untuk mengahdirkan Hawa di tengah-tengah kehidupannya. Pun begitu penjadian seterusnya, wanita adalah pelengkap bagi laki-laki, meski tak sedangkal itu fungsinya, namun tetap keberadaannya pasti dan harus ada dalam mengimbangi berbagai karakter Pria yang berupa-rupa.
Sungguh yang namanya ‘rasa’ adalah anugrah Tuhan yang patut di syukuri keberadaannya, dengan insting yang entah masuk kategori indra ke berapa, kita mampu mereka-reka apa yang sedang, telah dan akan terjadi pada karib, saudara, orang lain bahkan diri kita sendiri lewat ekspresi. Bisa senang (karena KaHaeSannya sukses), sedih ( karena belum regristrasi mungkin) atau Be te (karena pelayanan BAK ngga’ tau entah kapan bakal ada puas-puasnya) . Sayangnya “rasa” bukanlah rumus matematika yang gampang di utak-atik (Bisa minta tolong Ukh Heny or Ukh Linda buat mecahin rumusya dong), atau susunan organ dalam tubuh yang bisa di teropong lewat microscope (Brarti urusannya Mr. Em es nanti, padahal beliau cukup sibuk ngurus berkas-berkas UKKI, betul begitu Pak ?) Bukan juga phonologi yang bisa di hitung secara tepat dan akurat ke stressnya, , sehingga yang a ya jadi a, yang b ya b hingga bermakna jelas(kalau iya demikian mungkin bisa minta sumbang ide dari Ketum, or Bendum UKKI yang kebetulan jago bahasa Inggris, Is it true, Mr or Mrs ?)
‘Rasa’ yang aku perbincangkan ini bahkan merupakan endapan dari semua rasa-rasa itu, ku semat dalam dictionary hati dengan label “ Virus Merah Jambu”.
Tidak bisa tidak, kehidupan yang berbaur tanpa sekat layaknya police line yang di bentangkan waktu ada accident ini, memang menggiring kita untuk bisa hang tergempur Hacker yang membawa virus merah jambu. Seberapa kuat kita bertahan toh kapan dan bagaimana, tetap hal itu memiliki kemungkinan besar untuk terjadi.
Dan mana kuasa kita? Mana bisa kita mengelak? Kalo di dunia computer ada scan disk, Islam punya scan dosa lewat istighfar dalam taubat. Kelak inilah yang bakal membawa kita pada titik nadir yang paling aman untuk bertahan. Aku, kamu dan kalian, bisa saja menolak waktu sang hacker menawarkan untuk “sssttt....(ngga di tulis!tau kan?), cuman yang jadi problema itu, aku, kamu dan kalian bisa jadi malah yang menebar virus merah jambu bagi yang lain-lain. Nah Lho!! Siapapun kamu bisa menyandang label “ A em Pe” , Maaf, lagi-lagi nyomot istilah Ukh. Heny Akhwat Menebar pesona atau “I em Pe” yang kalau ini, jelas-jelas aku yang memaksakan artinya untuk kamu artikan sebagai Ikhwan Menebar Pesona, astaghfirullahal adzim. Hanya mata pisau setan begitu tajamlah yang mampu menggores keimanan kita. Duh!! Apa solusinya kawan? Pertanyaan mudah, susah-susah gampang jawabnya. Ketika si Hacker ngetuk pintu, mo di bukain.... , ntar seluruh dunia kalang kabut, mo di banting pintunya...., dia bisa marah kan?. Afwan kawan, (Pengumuman: ini bukan nama dari “jenis gorengan” baru, meski suka ada yang nyrempet-nyrempetin sama “bakwan’ ) aku bukanlah pemerhati dunia “rasa-rasa” ini, kalo rasa bumbu, sedikit banyak aku tau (atau minta tolong Ukh. Betty saja ya...beliau kan lagi study bidang ini !’ Gimana Ukh, bisa jadi rubrik konsultasi lho...) tapi bukankah segala tanya harus ada jawab, meski kadang tak pas dengan yang kita mau, agak perih, ya memang, bukankah ketika kita luka dan teteskan “mercurochrome’ (wah istilah yang ini hub KSR untuk klarifikasi) perih juga, tapi ia adalah jawaban atas luka yang kita derita. Jadi menurut aku yang jahil ini, jangan persalahkan kau ketika ternyata kau jadi Subyek atau Obyek virus merah jambu, atau yang mengamati mereka-mereka yang terdeteksi mengidapnya, Sudahlah...turuti saja saran nabi jadi JAIM (ini kesepakatan akhwat berarti Jaga Iman) “ BERPUASA!!’ Ayo mulai kapan?


Teruntuk gadis kecilku yang sedang lucu-lucunya menata hati, kena virus ya..?
Kubiarkan kau berkembang!!
*Penulis adalah manusia paling stupid untuk perkara ini dan sedang dalam mengarungi perjalanan spiritua

PUASA itu Sunnah & Sehat euy...

Kata abah, kecilku itu sudah menghabiskan uang *maapin yee Bee..*, bolak-balik Rumah Sakit…pernah gara-gara muntaber dan step yang kadung, aku masuk RS. Tlogorejo Semarang, RS Swasta yang cukup mahal untuk montir sekelas bapak. “Aku masih nyimpen kuitansinya lho nduk, kalo mo ngitung …” kata bapak, walau dulu ga’ nyapai jutaan, tapi ratusan ribu tu dah mahal…*akuuur Be..* Panasku sudah akut, umur 6 bulan ga’ tahan kali ya, tubuhku sudah membiru & hitam, dan cairan paru-paruku menipis, trus diberi infuse deh, (menurut info, ilmu kedokteran barat tu metodenya causative, dan sakit penyakit tu dari virus or bakteri…sebentar akan ane bandingin ma pengobatan timur sabar..sabar..) Dokter sudah give up! Sudah banyak saudara yang menengok, om, tante, mas, mbak, tetangga,…sampai iris dan pupilku tidak kelihatan lagi…dan si kecil hafshoh ni dikirim di ruang isolasi…*pantesan .., dari kecil aja udah terbiasa terasing sih..he..he..* Ibu sudah tersedu-sedu di pojokan, katanya aku sudah divonis “passed-away”…pas bapak nengok, hafshoh kecil pas nangis…Alhamdulillah aqu sembuh. Umur 4 tahun stepku kumat lagi, bareng ade, kali ini aku di bawa RS Kariadi. Oleh dokter dapat infuse lagi, rumah sakitnya belom kayak sekarang, dulu masih terbuat dari kayu walau bangsal kelas 2, dan pas diliat bapak, tubuhku penuh semut hitam*hush!hush! aku emang manis..tapi semut-semut kan ga’ kudu nempel to..:)* Untung ada tetangga yang meyakinkan ibu “Rub,..Rub,..ojo nangis, anakmu ijik urip..”..Alhamdulillah “I still can take a deep breath..thanks God?”

Robb yang memberiku umur panjang dan kesehatan, makanya aku ga mau sia-siakan… pengalaman tu ya begini, ga bakal berkesan kalo cuma dengar ato meyaksikan, tapi beda kasus kalo mengalami sendiri…

Dari sini, aku mulai sadar, sudah berapa gram ya..zat antibiotic dan obat sintetik yang masuk ke tubuh (baca: toksin)…ditambah lagi, paru-paruku pernah keple-peken coz selama 2 th kerja di pabrik obat-obatan *Phapros & Sakafarma apa kabar??penjualan Antimo & Sakatonik bagaimana sekarang??*
Alhasil, aq pingin sehat..mulai deh prilaku Vegetarian (6 bulanan), tapi malu juga setelah tahu kalau Rosul ga’ nyontohin begitu, lagi pula kita ga’ boleh kaya’ Yahudi dalam kasus Sabath & Lemak daging, yang menghalalkan yang di larang, & mengharamkan yang dihalalkan . Alhamdulillah, menjalankan ad-Dien dengan dalil shohih emang lebih tenang…insya Allah…

Kemudian aku mulai sering-sering shoum*maaf.., bukan mau Tazkiyatun Nafs (merekomendasikan diri), tapi ini dalam rangka mengabarkan kebaikan ni’mat Allah ya…awas ya..kalo ada yang su’udzon..*.Ga’ usah di critakan manfaat shoum buat kesehatan, ..banyak buku-buku kesehatan yang mengulas,aqu lupa, tapi bahkan orang barat aja pake metode ini untuk terapi penyait kronis, sayang puasa mereka ga’ pake sahur & buka, (Bukunya ada di Perpustakaan SMU 3 Semarang, bagian RELIGION, judulnya *agak lupa*..sepertinya “Terapi Penyakit dengan Puasa, sebuah kisah nyata), jadi kalo puasa, orang akan sering “urinate” di awal-awal, ato pagi hari…nah itulah Detoxifikasi (pembuangan racun), jika lidah kita serasa menebal dan pahit..itu juga cara pembuangan racun & kandungan garam yang bikin kita darah tinggi…iseng aja..coba ngerok lidah pake sendok, berkali-kali, *yechkk..*pasti lama-lama asiiiin… Yup!!..rajin-rajin shoum ya.., makanya yang ngaku muslim ga shoum Romadhon, rugi ho.., ga dapet pahala ga’ sehat lagi…*weeeek* Logikanya (tapi ad-dien ga’ harus di logika lho..walau pasti akhire logis juga, karna akal qita terbatas) Lagi neh..logikanya..mesin aja kalo di “panthengin” ga pake istirahat, ya..panas..masa qita ga mengistirahatkan alat2 pencernaan kita barang sebentar??..(yang sudah belajar blok Digestiva silahkan komentar&nambahin ilmu)…plus lagi, pencernaan qita bakal kerja secara teratur, jam segini sahur, jam segini buka,..apa-apa yang rapi & teratur kan endaaang..(ga manggil nama orang lho..)…Tambahan..dari sekian bentuk detoxifikasi, puasa itu yang terbaik …tapi puasa yang bener lho..bukan ngrowot, ngebleng , puasa yang aneh-aneh aku ga’ rekomendasikan lah…

Belajar shoum ya…, e.g. mulai Senin Kamis, Yaumul Bidh, Rhomadhon, Syawal, Arofah, Asyuro, Tashi’a, Daud …dan lain-lain….cari ‘ilmunya dulu, agar bisa dibawa ke hadapan Allah sebagai amalan syar’i …kalo engga bisa dapat lapar ato sehat aja..tapi celengan di akheratnya ga’ dapet, rugi bandar tuh…

Sunday, February 12, 2006

Awalnya biasa saja...

Tadinya ku pikir ber Islam yang penting sholat 5 waktu, puasa rhomadhon, berbuat baik.cukup!! mulai ke sini-sini *dah gedhe* berasa deh, kalo gitu aja ga bisa!! Kudu ngaji, bahasa kerennya sih ta'lim gitu, biar yang tadinya taunya yang wajib-wajib aja, jadi tambah ngeh ama sunnah, subhat, lebih-lebih bid'ah. Jadi ber-Islam ini bener-bener valid. Ga' cuma ngekor ma sesepuh kampung gimana ia takbirotul ikhrom tapi harus dikaji, apa benar 'membeo' mereka itu sepenuhnya benar! Alhamdulillah, setelah observasi, jadi tau apa itu 'ajn, bagaimana meletakkan tangan,de el el. Kan aman jika kita meniru yang shohih?Besok-besok kita berlepas diri dari tanggungjawab disisi Allah, karena kita telah mencari sumber yang benar. Oke deh, yang sholatnya masih ngikut-ngikut temen baca aja "Sifat sholat Nabi"..Lhah itu kan amal yang bakal di absen pertama kali, jika baik, insya Allah bakal baik semua, tapi jika buruk..wallahu a'lam ya..

Thoifah Manshuroh

Adakah manusia menjadi faham akan keberadaannya di dunia??
Sebenarnya dia kan cuma makhluqNya yang tugasnya hanya satu. B E R I B A D A H. walaupun dalam kenyataannya tak semudah menuliskan huruf, demi huruf itu. Ada banyak konsekuensi, di saat kita merasa yakin atas amalan yang kita kerjakan, disisi lain ada orang yang gegap gempita tanpa dalil menyerang. Sabar...sabar..jika kita tetap di JalanNya dan tetap mengikuti Rosul, insya Allah kita termasuk dalam "thoifah manshuroh" yang disabdakan nabi...begitukah??

Alhamdulillah..dah mampir:mahluq bernyawa..semoga da kesan

Ghuroba': February 2006 www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws www.Bigoo.ws

Glittery texts by bigoo.ws